MELIHAT AYAH DAN IBU DARI LANGIT (Cerpen)

Gemuruh suara petir membuatku takut akan kesendirianku.Ya malam ini ,aku harus melawan rasa takutku .Mungkin kalian senang rasanya jika memiliki keluarga yang terpandang. Namun, nyatanya disini aku meratapi sedih akan kesepianku, tanpa kasih sayang orang tua.Mereka selalu sibuk bekerja.
Dengan diselimuti rasa takut aku ke kamar bergegas untuk tidur.Di dalam tidurku aku bermimpi cukup aneh.Jadi saat itu aku sedang datang ke suatu acara,ya kayak pasar malam.diacara tersebut ada permainan uji keberanian.aku dan seorang teman entah siapa dia ,tertarik untuk mencobanya,saat masuk ruangan itu cukup gelap.Ternyata di dalam ruangan itu terdapat batu nisan (makam).Saat duduk di batu nisan dalam sekejap mimpi itu menghilang.
“ Sayang ayo bangun .Lihat mama dan papa bawa apa?” aku terbangun akan suara itu
“Mama sudah pulang ?kok ga bilang bilang sama tia sih ?”
Senang mama sama papa sudah pulang.Tapi dua hari lagi mama dan papa akan pergi ke Bandung .Sedih deh rasanya.
2 hari kemudian …….
“Da… mama daa papa !”
Pagi ini aku segera ke sekolah .Aku ke sekolah Cuma jalan kaki,jaraknya tidak terlalu jauh .
“Tumben rame banget jalanya “Penglihatanku tiba tiba kabur ,dan dalam sekejap aku jatuh .Namun aku merasakan bahwa aku masih sadar .
“ Mbak –mbak bangun mbak !”aku terbangun dari jatuhku.Aku membuka mata dan senang.Senang bisa melihat dengan jelas kembali
“ Aaaaa……..!”
Ada sebuah mobil menabraku. Aku terlempar dan kepalaku membentur sebuah batu besar. Darah bercucuran keluar dari kepalaku. Aku berusaha membuka mata . Semua orang menolong ku.Benda benda sekitarku menjadi putih di hadapanku ,ada seseorang berbaju putih.Dia berkata kepadaku :
“tia Allah telah memanggilmu , mari kita menghadap kepada-NYA
Dari atas duniaku sekarang aku melihat orang – orang membawa jenazahku ke makam .Aku melihat kedua orang tuaku menangis tersedu sedu .Aku tak percaya ….
Aku meninggalkan kalian hanya karena tidak sarapan sebelum berangkat sekolah tadi.Ini mustahil! Setelah semua orang pergi , aku memandang orang tuaku tersedu sedu .
(Mah … Pah…aku memaafkan kalian.Aku tahu kalian begitu untukku kan? .Aku yakin akan hal itu aku juga minta maaf aku tidak bisa menemani kalian lagi , namun aku akan selalu menjaga kalian dari atas sini . Kalian tidak perlu khawatir aku disini baik baik saja . Tia akan selalu ada di dalam hati.Tolong mah pah Tia hanya meminta satu dari kalian Tia mohon mah pah ,agar Papa dan Mama selalu mendoakan Tia)
Pah… jangan sering marahin mama lagi ya! Kasihan nanti mama sedih.Dan mama jangan melawan papa ya ! Hargai papa ! Aku harap kalian selalu bersama sama dalam suka maupun duka
Daaa…Mama daaa… Papa

Penulis : ANA NURHIDAYAH (VII C)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *